Inspirasi Hidup – Kata-Kata Bijak Pilihan dari Nabi Muhammad S.A.W

Inspirasi Hidup – Kata-Kata Bijak Pilihan dari Nabi Muhammad S.A.W

22.29

1. Bersabar & Bersyukur

“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah.” (HR. Bukhari)

“Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi).

“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman! Sesungguhnya semua urusannya baik. Dan yang demikian tidak dapat dirasakan oleh siapapun selain orang beriman. Jika ia memperoleh kebahagiaan, maka ia bersyukur. Bersyukur itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa mudharat, maka ia bersabar. Dan bersabar itu baik baginya.” (HR. Muslim)

2. Kejujuran

“Hendaklah kalian bersikap jujur, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan membawa kepada surga. Tidaklah seorang bersikap jujur & selalu berbuat jujur hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yg jujur. Dan hendaklah kalian menjauhi sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan membawa kepada neraka. Dan tidaklah seorang berbuat dusta & selalu berdusta hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Bukhari)

“Katakanlah yang sebenarnya (haq) walau pahit sekalipun.” (HR Ibnu Hibban)

“Barangsiapa yang menipu maka tidaklah ia termasuk golonganku.”(HR. Muslim: 102)

3. Bisnis / Jual Beli

Dari Hani’ bin Nayar bin Amru ra berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW ditanya mengenai pekerjaan yang paling mulia. Beliau menjawab, “Jual beli (bisnis) yang mabrur (sesuai syariat dan tidak mengandung unsur tipuan dan dosa) dan pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan kedua tangannya.” (HR. Ahmad)

“Penjual dan pembeli keduanya bebas memilih selagi keduanya belum berpisah. Maka jika keduanya jujur dan saling menjelaskan dengan benar, maka akan diberkahi pada bisnis keduanya. Namun jika menyembunyikan cacat dan dusta, maka terhapuslah keberkahan jual beli tersebut.” (HR. Bukhari – Muslim)

“Semoga Allah mengasihi seseorang yang mudah (bermurah hati) apabila menjual, mudah (murah hati) apabila membeli dan mudah (murah hati) apabila menagih hutang.” (HR. al-Bukhari 2076)

“Seorang pebisnis yang jujur lagi amanah, maka ia akan bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada.” (HR. Tirmidzi)

4. Menabung

“Simpanlah sebagian dari hartamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.” (HR. Bukhari).

5. Kekayaan

“Harta itu hijau lagi manis, maka barangsiapa yang mencarinya untuk kedermawanan dirinya maka harta itu akan memberkahinya. Namun barangsiapa yang mencarinya untuk keserakahan (ambisius, tamak) maka harta itu tidak akan memberkahinya, seperti orang yang makan namun tidak kenyang.” (HR. Bukhari)

“Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari Muslim)

6. Sedekah

“Setiap persendian manusia wajib bersedekah pada setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya: engkau berlaku adil kepada dua orang (yang bertikai/berselisih) adalah sedekah, engkau membantu seseorang menaikannya ke atasnya hewan tunggangannya atau engkau menaikkan barang bawaannya ke atas hewan tunggangannya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang engkau jalankan menuju (ke masjid) untuk shalat adalah sedekah, dan engkau menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Aku datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan beliau sedang membaca ALHAAKUMUT TAKAATSUR, lalu beliau bersabda :” Anak Adam (Manusia) berkata :’Hartaku, hartaku.'” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata lagi:’Wahai anak Adam tidaklah ada dari hartamu kecuali yang engkau makan kemudian lenyap, atau (pakaian) yang engkau pakai kemudian usang, atau yang engkau shadaqahkan dan jadi simpananmu (di akhirat)” (H.R Muslim 2958).

7. Menginginkan yang Baik untuk Orang Lain

“Tidak sempurna iman salah seorang kalian, sehingga ia mencintai kepada saudaranya apa yang ia cintai bagi dirinya.”. (H.R. Al-Bukhari)

8. Anak Yatim

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya

“Sebaik-baik rumah tangga muslim ialah yang di dalamnya ada anak yatim yang dilayani dengan baik” (H.R. Ibnu Majah)

9. Keluarga

“Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam berasabda: “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (Hadits riwayat Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Ash Shahihah (no. 285)).

Dari Abi ‘Abdillah Tsauban Bin Bujdad bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dinar yang paling utama yang dibelanjakan seseorang adalah dinar yang ia belanjakan untuk keluarganya, dinar yang ia belanjakan untuk kendaraannya di jalan Allah, dan dinar yang ia infakkan untuk rekan-rekannya (yang tengah berjuang) di jalan Allah.” (HR. Muslim)

10. Berbuat Baik Pada Orang Tua

Dari Abu Abdurrahman bin Mas’ud ra., ia berkata : Saya bertanya kepada Nabi saw. : “Amal apakah yang paling disukai oleh Allah Ta’ala ?” Beliau menjawab : “Salat pada waktunya.” Saya bertanya lagi : “Kemudian apa ?” Beliau menjawab : “Berbuat baik kepada kedua orang tua.” Saya bertanya lagi : “Kemudian apa ?” Beliau menjawab : “Berjihad (berjuang) di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Menjaga Perkataan

“Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan melaknat; bukan orang yang keji, dan bukan orang yang buruk perkataannya.” (HR. Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan shahih”).

12. Rendah Hati

“Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tak seorangpun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain” (HR Muslim 2853)

Dari Abdillah bin Mas’ud ra. bahwa Rasulullah saw bersabda, “Orang yang mempunyai sifat sombong sedikit saja di dalam hatinya tidak akan masuk surga.” Seseorang berkata, “Bagaimana halnya ihwal seseorang yang mempunyai pakaian-pakaian yang indah dan sepatu-sepatu yang indah?” Rasulullah saw bersabda, “Allah itu indah dan Allah menyukai keindahan (Seseorang tidak disebut sombong jika ia mempercantik dirinya). Kesombongan terletak pada penolakan terhadap kebenaran dan memandang orang lain rendah.” (H.R. Muslim)

Doa dan Cara Minum Air Zamzam

Doa dan Cara Minum Air Zamzam

05.29
Air Zamzam dalam Kemasan

Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas memanjatkan do’a berikut sebelum minum air zamzam:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمَاً نَافِعَاًً وَرِزْقَاً وَاسِعَاًَ وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ
Allahumma innii as aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan waasi’an wasyifaa an min kulli daa in wasaqamin birahmatika yaa arhamarraahimiin
 


Artinya:

Ya Allah, aku mohon kepadaMu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rizki yang luas dan sembuh dari segala sakit dan penyakit pikun dengan rahmatMu ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

~oo~oo~oo~
Ketika meminum air zamzam, maka hendaklah dibarengi dengan niat untuk kebaikan dunia akhirat, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad S.A.W:

“Air zamzam itu tergantung (niat) orang yang meminumnya.” (HR. Ibnu Majah)

 

“Air zamzam sesuai dengan niat ketika meminumnya. Bila engkau meminumnya untuk obat, semoga Allah menyembuhkanmu. Bila engkau meminumnya untuk menghilangkan dahaga, semoga Allah menghilangkannya. Air zamzam adalah galian Jibril, dan curahan minum dari Allah kepada Ismail” (Hadits hasan li ghairihi)

Cara Meminum Air Zam Zam

Diringkas dari sebuah artikel di Majalah Alkisah, berikut adalah beberapa anjuran cara meminum air zamzam:

  • Meminum dengan menghadap kiblat
  • Membaca basmalah sebelum minum, dan tahmid sesudah minum
  • Ambil tiga kali nafas sebelum minum
  • Jangan minum sekali teguk, tapi minum dua atau tiga kali teguk
  • Menyebut nama Allah setiap minum
  • Membaca do’a ketika minum
  • Mendahulukan orang musafir atau yang sedang dalam perjalanan

Amalan di Bulan Ramadhan bagi Wanita yang Sedang Haid

Amalan di Bulan Ramadhan bagi Wanita yang Sedang Haid

16.43

Seperti yang kita tahu, Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di mana di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari 1.000 bulan (Lailatul Qadar). Di bulan ini, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup sehingga umat Muslim berlomba – lomba melakukan berbagai amalan baik itu wajib maupun sunah.

Tapi, yang paling penting Ramadhan bisa membuat orang yang biasanya tidak pernah ke masjid menjadi ke masjid, yang biasanya malas sholat wajib menjadi lebih rajin, yang jarang atau tidak pernah tadarus Al-Quran menjadi melakukannya setiap hari, dan berbagai peningkatan ibadah lainnya.

Tapi bagi kaum perempuan yang sedang menstruasi ataupun nifas, puasa tentunya tidak bisa sebulan penuh dan ibadah tertentu seperti sholat pun tidak diperbolehkan. Karena itu, banyak wanita yang ingin mengetahui bagaimana caranya agar tetap bisa meraih pahala berlipat di bulan puasa meski sedang haid.
Pertama-tama, perlu diketahui bahwa tak perlu kecewa ketika sedang haid. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

”Kami keluar (safar) bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan tujuan kami hanyalah ibadah haji. Sampai ketika kami tiba di Sarif atau dekat dengannya, aku mengalami haid. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk menemuiku sementara aku sedang menangis. Lalu beliau bertanya:”Apakah engkau mengalami nifas?” maksudnya adalah haid (menstruasi). ‘Aisyah berkata:”Aku jawab:’Iya.’” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Sesungguhnya ini adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan (takdirkan) bagi kaum wanita dari anak cucu Adam. Maka lakukanlah amalan-amalan haji, hanya saja janganlah engkau Thahwaf di Ka’bah sebelum engkau mandi (setelah suci dari haidh).” ‘Aisyah berkata:”Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkurban dengan menyembelih seekor sapi yang diniatkan untuk semua isterinya.” (HR. Muslim no 2976)

Jadi, tak perlu sedih ketika sedang mendapat siklus bulanan, karena ini adalah ketetapan Allah S.W.T. Lagi pula, ikhlas dan menjauhi larangan Allah juga termasuk ibadah.
Bagi wanita yang sedang haid, masih ada berbagai ibadah yang bisa dilakukan untuk meraih berkah Ramadhan, sebab ibadah tidaklah hanya sholat dan membaca Al-Qur’an saja. Berikut beberapa ide ibadah saat siklus bulanan datang:

1. Mendengarkan Al-Quran

Mengenai boleh tidaknya membaca Al-Qur’an ketika haid memang ada perbedaan, ada yang membolehkan, ada yang tidak.

Bagi yang cenderung kepada pendapat yang tidak membolehkan, maka bisa mendengarkan bacaan Al-Qur’an (baik langsung maupun dari mp3) dengan tenang, tidak sambil bekerja, sebab sebagian ulama mengatakan bahwa pahalanya sama dengan orang yang membaca Al-Qur’an.

“Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikan lah dengan tenang, agar kamu mendapat rahmat”…(Q.S. Al-A’raaf: 204)

2. Memperbanyak Dzikir

Memperbanyak dzikir atau menyebut / mengingat nama Allah juga termasuk ibadah yang bisa dilakukan ketika haid.

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. Al-Ahzab:35)

Dzikir sendiri bisa dilakukan baik sambil berdiri, duduk, maupun berbaring, dan bisa dilakukan dalam hati, perkataan, dan perbuatan. Silakan membaca artikel Cara Melakukan Dzikir untuk lebih jelasnya.

3. Menuntut Ilmu & Membagikan Ilmu yang Bermanfaat

Bagi wanita haid, bisa mempelajari ilmu agama ketika Ramadhan. Allah telah berfirman dalam surat At-Thaha bahwa kita hendaknya berdo’a untuk diberi ilmu pengetahuan:

“Dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Alquran sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.’” (Q.S. At-Thaha: 114)

Ketika telah mendapat ilmu yang bermanfaat, hendaknya membagikannya kepada orang lain:

“Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun” Hadits shahih : Diriwayatkan oleh Muslim (no.2674), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

4. Memperbanyak Sedekah

Sedekah bisa berupa apa saja, tidak mesti mengeluarkan uang. Bahkan, perbuatan ringan seperti menuangkan air ke ember saudara kita pun termasuk sedekah. Silakan baca artikel Manfaat Sedekah – Kebaikan di Dunia dan Akhirat untuk mengetahui lebih lanjut.

5. Berdoa

Berdoa juga termasuk ibadah, seperti sabda Nabi Muhammad S.A.W:

“Doa adalah ibadah.” (HR. Abu Daud no. 1264, At-Tirmizi no. 2895, dan Ibnu Majah no. 3818)

Do’a bisa apa saja, asalkan tidak mengandung dosa dan tidak pula memutus tali kekeluargaan. Sabda Nabi Muhammad S.A.W:

“Tidaklah seorang muslim yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak untuk memutus tali kekeluargaan, kecuali Allah akan memberinya tiga kemungkinan: Doanya akan segera dikabulkan, atau akan ditunda sampai di akhirat, atau ia akan dijauhkan dari keburukan yang semisal.” (HR. Ahmad no. 10709)

6. Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Jika tidak sedang berpuasa, pahala puasa insya Allah tetap bisa didapat dengan memberi makanan berbuka pada orang yang berpuasa.

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”

Referensi tambahan:

  1. http://muslimmatters.org/2012/07/30/a-womens-guide-to-spirituality-in-ramadan-during-menstruation-and-postnatal-bleeding/
  2. http://seekersguidance.org/ans-blog/2010/08/29/worship-in-ramadan-for-a-menstruating-woman/
  3. http://al-atsariyyah.com/sebab-sebab-tertolaknya-berdoa.html
  4. http://www.alsofwah.or.id/cetakmujizat.php?id=237
  5. http://manarulquran.com/2013/05/17/keutamaan-ilmu-dan-orang-berilmu/

Amalan Bulan Ramadhan – Tingkatkan Pahala di Bulan Suci

Amalan Bulan Ramadhan – Tingkatkan Pahala di Bulan Suci

20.02

Ramadhan datang sebagai berkah untuk umat Muslim. Dalam Al-Qur’an dan Sunah kita diingatkan untuk meningkatkan perbuatan baik untuk mendapatkan pahala. Dalam surat Al-Baqarah, Allah S.W.T bersabda:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Q.S. Al-Baqarah: 185)

Berikut adalah beberapa amalan yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan

1. Membiasakan Sahur untuk Memperoleh Berkah

Sahur adalah sesuatu yang membedakan puasa umat Muslim dengan Ahli Kitab (umat Yahudi dan Nasrani), sesuai dengan hadits:

“Perbedaan antara puasa kami dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim)

Selain itu, sahur bukan hanya untuk membuat kita kuat berpuasa, sebab ada berbagai berkah di dalam makan sahur:

“Makanlah sahur karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Berkah ada pada tiga hal: berjamaah, tsarid (roti remas yang direndam dalam kuah), dan makan sahur.” (HR. ath-Thabarani, 6/251, dengan sanad yang hasan dengan penguatnya, lihat Shifat Shaum an-Nabi, hlm. 44)

“Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan para malaikat bershalawat atas orang-orang yang bersahur” (HR Ibnu Syaibah dan Ahmad).

Dalam makan sahur, disunahkan untuk memakan kurma:

“Sebaik-baik sahur adalah tamar (Kurma).” (HR. Ibnu Hibban & di shahihkan oleh Al-Albani)

2. Membiasakan Menyegerakan Berbuka

Orang yang berpuasa dianjurkan untuk segera berbuka ketika waktunya sudah tiba, jangan menunda-nunda.

“Selama orang berbuka shaum dengan segera, senantiasa berada dalam kebajikan. (H.R Bukhari, Muslim yang bersumber dari Sahl bin Sa’d)

“Agama senantiasa kokoh selama manusia menyegerakan berbuka; karena Yahudi dan Nashrani mengakhirkannya (menundanya)” (HR. Abu Dawud no. 2353; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Misykatul-Mashaabih 1/339).

“Tiga (perkara) termasuk akhlaq kenabian (yaitu) : menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur, dan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dalam shalat” (HR. Thabrani, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihu Jami’ish-Shaghiir 1/583 no. 3038).

3. Berbuka dengan Kurma, Setelah Itu Baru Sholat Maghrib

Sebaiknya segera berbuka puasa dengan kurma (seperti halnya ketika sahur, seperti yang tertulis di atas), tapi jika tidak ada cukup dengan air.

“Jika salah seorang kalian berbuka puasa hendaklah ia berbuka dengan kurma karena di dalamnya terdapat berkah. Jika ia tidak menemukannya hendaklah ia berbuka dengan air,” (HR. Tirmidzi)

Dari Salman bin ‘Amir Adh Dhobbi radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan tamr (kurma kering). Jika tidak dapati kurma, maka berbukalah dengan air karena air itu mensucikan.”

Setelah shalat, kita bisa melanjutkan untuk makan, tapi jika ternyata makan malam sudah siap, kita diperbolehkan untuk makan terlebih dahulu dengan tidak tergesa-gesa dan tidak berlebihan.

Sabda Rasulullah SAW: “Jika sudah dihidangkan makan malam, lalu Iqamat shalat, maka mulailah dengan makan malam dahulu ” (Shahih Bukhari)

Ini dilakukan agar bisa lebih konsentrasi ketika sholat. Untuk lebih lengkapnya, silakan membaca artikel Adab-Adab Makan Seorang Muslim (3) — Muslim.Or.Id

4. Memberi Makan Orang Lain yang Berpuasa

Seperti yang kita tahu, memberi makan orang yang berpuasa akan memberi pahala seperti pahala puasa penuh. Jadi, kita bisa meningkatkan pahala kita di bulan Ramadhan dengan cara berbagi makanan berbuka.

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”

5. Berdoa Ketika Berbuka (Salah Satu Waktu Terbaik)

Seperti sabda Nabi Muhammad S.A.W,

“Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

6. Menggunakan Siwak (Dahan / Akar untuk Gosok Gigi)

Menggunakan siwak baik pada saat puasa maupun tidak telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad S.A.W, sebab:

“Siwak itu membersihkan mulut dan (mendapatkan) keredoan dari Tuhan.” (HR. Nasa’i, 5 dan dishohehkan oleh Al-Bany di shoheh AN-Nasa’i, 5)

Sesuai dengan riwayat Amir bin Rabi’ah, “Aku melihat Rasulullah S.A.W. melakukan siwak tak terhitung, padahal beliau puasa”.

7. Membaca Al-Quran

Tentu saja membaca Al-Quran sebaiknya dilakukan kapan saja, bukan saja di bulan Ramadhan, tetapi hal ini ditekankan terutama di bulan Ramadhan.

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling murah hati, lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada pada setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur’an. Maka sifat murah hati Rasulullah melebihi hembusan angin.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

”Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf. ” (HR. At-Tirmidzi, katanya: hadits hasan shahih)

8. Sholat Malam

Sholat malam juga ditekankan untuk dilakukan di bulan puasa :

“Barangsiapa yang shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 37, Muslim No. 759)

Manfaat Sedekah – Kebaikan di Dunia dan Akhirat

Manfaat Sedekah – Kebaikan di Dunia dan Akhirat

16.58

 

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. – (Q.S. Al-Baqarah [2:261])


Apa itu sedekah?

Sedekah (dalam bahasa Arab sadaqah = صدقة) adalah istilah dalam Islam yang berarti pemberian / amal seseorang kepada orang lain secara suka rela, seperti misalnya mengeluarkan harta dengan niat mencari ridho dari Allah S.W.T.

Namun sedekah sendiri artinya luas, tidak hanya mengeluarkan harta.

Sedekah sendiri dianjurkan didahulukan kepada orang terdekat:

“Sebaik-baik sedekah adalah (yang dilakukan) setelah kebutuhan terpenuhi. Mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu.” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah r.a.)

Apa Saja Manfaat Sedekah?

Di dalam Al-Quran desebutkan bahwa:

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” ( Q.S. Al-Baqarah [2:274])

Nabi Muhammad juga S.A.W. bersabda:

“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah.” (Hadist Riwayat Imam Baihaqi)

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi)

“Sesungguhnya sedekah itu akan memadamkan murka Tuhan dan mencegah pelakunya dari kematian yang buruk” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR. Ahmad)

Bagaimana Jika Kita Tidak Punya Sesuatu Untuk Disedekahkan?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sedekah itu artinya luas. Jadi, bukan hanya mengeluarkan harta atau uang saja.

Nabi Muhammad S.A.W mengatakan bahwa:

“Segala bentuk kebaikan adalah sedekah” (HR Muslim)

“Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau berbuat ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.”. HR. Tirmidzi

Ada lagi hadits seperti ini tentang jika tidak memiliki sesuatu untuk diberikan:

Para sahabat bertanya,
“Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?”
Nabi Saw menjawab,
“Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.”
Mereka bertanya lagi.  “Bagaimana kalau dia tidak mampu?”
Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya”
Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?”
Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya:
“Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab,
“Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Abu Dzarr Ra berkata bahwa beberapa sahabat Rasulullah Saw berkata,
“Ya Rasulullah, orang-orang yang banyak hartanya memperoleh lebih banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.”
Nabi Saw lalu berkata,
“Bukankah Allah telah memberimu apa yang dapat kamu sedekahkan? Tiap-tiap ucapan tasbih adalah sodaqoh, takbir sodaqoh, tahmid sodaqoh, tahlil sodaqoh, amar makruf sodaqoh, nahi mungkar sodaqoh, bersenggama dengan isteri pun sodaqoh.”
Para sahabat lalu bertanya,
“Apakah melampiaskan syahwat mendapat pahala?”
Nabi menjawab,
“Tidakkah kamu mengerti bahwa kalau dilampiaskannya di tempat yang haram bukankah itu berdosa? Begitu pula kalau syahwat diletakkan di tempat halal, maka dia memperoleh pahala.
(H.R. Muslim)

7 Tips Bangun Sholat Malam Tahajjud 16.48

7 Tips Bangun Sholat Malam Tahajjud

16.48
Ilustrasi

Kalau Anda sudah membaca keuntungan sholat tahajjud, maka tentu rasanya akan rugi bila tidak melaksanakannya, meskipun ini hanya sholat sunnah saja setelah sholat 5 waktu.

Masalahnya, banyak orang yang merasa kesulitan untuk bangun tengah malam. Inilah mengapa melaksanakan sholat tahajjud itu juga jihad :-)

Untuk solusinya, saya menemukan beberapa tips berikut, yang saya ambil referensinya dari Are We Prepared, yang juga diambil dari khotbah  Sheikh Riad Ouarzazi:

Tips Bangun Sholat Tahajjud

1. Ikhlas

Kita harus bersikap ikhlas kepada Allah (SWT). Hanya Allah yang bisa melihat kita sholat malam, sementara orang lain tidur.

Kita perlu menunjukkan pada Allah bahwa kita mencintai-Nya secara ikhlas dengan perilaku dan perkataan kita.

2. Mengatahui Keuntungan Sholat Malam
Kalau Anda belum mengetahuinya, silakan baca artikel berikut ini.

3. Tidur Menghadap Ke Kanan
Mungkin, secara logikanya jantung berada di bagian kiri dada, dan dengan tidur menghadap ke kanan, maka jantung akan tetap berada di atas. Dengan ini, seseorang tidak akan tidur secara dalam, hanya tidur ringan. Jika seseorang tidur menghadap ke kiri, maka ia akan tidur dengan sangat pulas (tidak cocok jika ingin bangun pagi-pagi)

4. Berwudhu Sebelum Tidur
Mungkin biasanya kita dianjurkan untuk mencuci kaki sebelum tidur, tetapi jika kita ingin bangun malam untuk sholat tahajjud, maka berwudhu sebelum tidur akan lebih baik. Dengan begini, kita akan mengingat Allah sebelum tidur.

5. Tidur Lebih Awal dan Baca Do’a
Ketika kita akan tidur, maka kita perlu berniat untuk bangun sholat malam, dengan membaca do’a berikut:
  • Baca Subhan Allah (33 kali), Alhamdulillah (33 kali) and Allahu Akbar (34 kali) – Total 100 kali
  • Baca Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, Surat An-Nas dan Surat Al-Kafirun
  • Baca Ayat Kursi, untuk melindungi diri dari syaitan, sehingga kita bisa bangun lebih awal. Ini berdasarkan hadits berikut:

  “Apabila engkau mendatangi tempat tidur (di malam hari), bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi (HR. Al-Bukhari)”

  • Membaca do’a sebelum tidur: Bismika Allahumma Ahya Wa Amut
6. Hindari Terlalu Banyak Makan dan Minum Sebelum Tidur
 
Sebaiknya tidak makan kira-kira 2 jam sebelum tidur.

7. Hindar Hal yang Makruh Sebelum Tidur
Khusus untuk kiat ini saya dapat dari Buletin Muslim.
Hal makruh pertama adalah tidur dengan atap terbuka. Ini berdasar hadits:

Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya” (HR. Bukhari).

Hal makruh kedua adalah tidur tertelungkup.

 

“Sesungguhnya cara berbaring seperti ini (telungkup) adalah cara berbaringnya penghuni neraka“. (HR Ibnu Majah)

 

Ilustrasi

Kalau Anda sudah membaca keuntungan sholat tahajjud, maka tentu rasanya akan rugi bila tidak melaksanakannya, meskipun ini hanya sholat sunnah saja setelah sholat 5 waktu.

Masalahnya, banyak orang yang merasa kesulitan untuk bangun tengah malam. Inilah mengapa melaksanakan sholat tahajjud itu juga jihad :-)

Untuk solusinya, saya menemukan beberapa tips berikut, yang saya ambil referensinya dari Are We Prepared, yang juga diambil dari khotbah  Sheikh Riad Ouarzazi:

Tips Bangun Sholat Tahajjud

1. Ikhlas

Kita harus bersikap ikhlas kepada Allah (SWT). Hanya Allah yang bisa melihat kita sholat malam, sementara orang lain tidur.

Kita perlu menunjukkan pada Allah bahwa kita mencintai-Nya secara ikhlas dengan perilaku dan perkataan kita.

2. Mengatahui Keuntungan Sholat Malam
Kalau Anda belum mengetahuinya, silakan baca artikel berikut ini.

3. Tidur Menghadap Ke Kanan
Mungkin, secara logikanya jantung berada di bagian kiri dada, dan dengan tidur menghadap ke kanan, maka jantung akan tetap berada di atas. Dengan ini, seseorang tidak akan tidur secara dalam, hanya tidur ringan. Jika seseorang tidur menghadap ke kiri, maka ia akan tidur dengan sangat pulas (tidak cocok jika ingin bangun pagi-pagi)

4. Berwudhu Sebelum Tidur
Mungkin biasanya kita dianjurkan untuk mencuci kaki sebelum tidur, tetapi jika kita ingin bangun malam untuk sholat tahajjud, maka berwudhu sebelum tidur akan lebih baik. Dengan begini, kita akan mengingat Allah sebelum tidur.

5. Tidur Lebih Awal dan Baca Do’a
Ketika kita akan tidur, maka kita perlu berniat untuk bangun sholat malam, dengan membaca do’a berikut:
  • Baca Subhan Allah (33 kali), Alhamdulillah (33 kali) and Allahu Akbar (34 kali) – Total 100 kali
  • Baca Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, Surat An-Nas dan Surat Al-Kafirun
  • Baca Ayat Kursi, untuk melindungi diri dari syaitan, sehingga kita bisa bangun lebih awal. Ini berdasarkan hadits berikut:

  “Apabila engkau mendatangi tempat tidur (di malam hari), bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi (HR. Al-Bukhari)”

  • Membaca do’a sebelum tidur: Bismika Allahumma Ahya Wa Amut
6. Hindari Terlalu Banyak Makan dan Minum Sebelum Tidur
 
Sebaiknya tidak makan kira-kira 2 jam sebelum tidur.

7. Hindar Hal yang Makruh Sebelum Tidur
Khusus untuk kiat ini saya dapat dari Buletin Muslim.
Hal makruh pertama adalah tidur dengan atap terbuka. Ini berdasar hadits:

Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya” (HR. Bukhari).

Hal makruh kedua adalah tidur tertelungkup.

 

“Sesungguhnya cara berbaring seperti ini (telungkup) adalah cara berbaringnya penghuni neraka“. (HR Ibnu Majah)

Bacaan Dzikir Setelah Sholat 5 Waktu

Bacaan Dzikir Setelah Sholat 5 Waktu

05.27
Bacaan Dzikir Setelah Sholat 5 Waktu, Klik untuk Memperbesar

 

Download dzikir versi PDF

Berdasarkan poster di atas, bacaan dzikir setelah sholat wajib adalah sebagai berikut:

1. Astaghfirullah hal adzim  (Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung) sebanyak 33x
2. Membaca

Tulisan Arab Dzikir
Allahumma antassalam  waminkassalam tabarakta Ya Dzaljalali wal ikram. 

yang artinya:

“Ya Allah, Engkaulah As-Salaam (Yang selamat dari kejelekan-kejelekan, kekurangan-kekurangan dan kerusakan-kerusakan) dan dari-Mu as-salaam (keselamatan), Maha Berkah Engkau Wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Baik.” (HR. Muslim)

Lalu

Tulisan Arab Dzikir
klik untuk memperbesar

Laa ilaaha Illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku walahul Hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-inq qodir, Allahumma laa mani ‘aa lima a’ thoita wala mughthiya lima managhta wala yanfa’u dzaljaddi minkal jaddu.

yang artinya:

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menolak terhadap apa yang Engkau beri dan tidak ada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau tolak dan orang yang memiliki kekayaan tidak dapat menghalangi dari siksa-Mu.”

3. Membaca

Tulisan Arab Dzikir
klik untuk memperbesar

Laa ilaaha Illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku walahul Hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-inq qodir, laa haula wala Quwwata illa billah, laa ilaaha illallahu wala na’budhu illa iyyahu, lahun ni’matu walahul fadhlu walahus sana’ul hasan, laa ilaaha illallahu mukhlisina lahuddin walau karihal khafirun.

yang artinya:

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah dan kami tidak beribadah kecuali kepada Allah, milik-Nya-lah segala kenikmatan, karunia, dan sanjungan yang baik, tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, kami mengikhlashkan agama untuk-Nya walaupun orang-orang kafir benci.”

4. Subhanallah (Maha suci Allah) sebanyak 33x

5. Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) sebanyak 33x

6. Allahuakbar (Allah Maha Besar) sebanyak 33x

Lengkapi bacaan tersebut menjadi 100 dengan membaca:

Tulisan Arab Dzikir
klik untuk memperbesar
Laa ilaaha Illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku walahul Hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-inq qodir

yang artinya:

“Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

Menurut sabda Nabi Muhammad S.A.W:

“Barangsiapa mengucapkan dzikir ini setelah selesai dari setiap shalat wajib, maka diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan. (HR. Muslim 1/418 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

7. Baca Ayat Kursi

Allahu laa ilaha illa Huwa, Al-Hayyul-Qayyum. La ta’khudhuhu sinatun wa la nawm, lahu maa fis-samawati wa maa fil-‘ard. Man dhal-ladhi yashfa’u ‘indahu illa bi-idhnih. Ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bi shai’im-min ‘ilmihi illa bima shaa’a. Wasi’a kursiyuhus-samawati wal ard, wa la ya’uduhu hifdhuhuma Wa Huwal ‘Aliyyul-Adheem.

Sebab Rasulullah S.A.W bersabda:

“Barangsiapa membaca ayat ini setiap selesai shalat tidak ada yang dapat mencegahnya masuk jannah kecuali maut.”

8.  Setiap selesai sholat wajib, kecuali Subuh dan Maghrib, baca:

  • Surat Al-Ikhlas 1x (Qul Huwallâhu Ahad…dst)
  • Surat Al-Falaq 1x (Qul a’udzu birabbil falaq…dst)
  • Surat An-Naas 1x (Qul a’udzu birabbinnas…dst)

9. Setiap selesai sholat Subuh dan Maghrib, baca bacaan berikut 10x:

Tulisan Arab Dzikir
klik untuk memperbesar

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir

yang artinya:

“Tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan, bagi-Nya segala puja. Dia-lah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi / Toilet

Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi / Toilet

19.00

Berdoa ketika akan masuk dan keluar kamar mandi / toilet / wc adalah sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad S.A.W:

Doa Ketika Akan Masuk Kamar Mandi:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
Allaahumma inni a‛udhu bika minal-khubutsi wal-khabaa’its

Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Ketika masuk kamar kecil (WC) Rasulullah Saw membaca doa (yang artinya), “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan”.

Ketika masuk, beliau melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu. Doa tersebut dibaca sebelum masuk kamar kecil.

Ketika sudah selesai membuang hajat, maka hendaknya membersihkan diri (istinja), sesuai dengan hadits berikut:

Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, “Rasulullah saw. melintas di salah satu kebun Madinah atau Makkah, lalu beliau mendengar suara dua orang manusia yg sedang disiksa di dalam kuburnya. Lantas beliau bersabda, ‘Mereka berdua sedang disiksa dan tidaklah mereka disiksa karena dosa besar. Tentu! Adapun salah seorang diantara mereka tidak bersuci dari kencing dan yg satu lagi suka menghasut’,”

 

Doa Ketika Keluar Kamar Mandi:

Ghufraanak 
Yang artinya “Ampunilah aku.”

Ini sesuai dengan hadits berikut:

Dari Aisyah RA. berkata: Adalah Nabi Saw. ketika keluar dari kamar kecil (membuang hajat) berkata: “Ampunilah saya”.

Ketika keluar, hendaknya menggunakan kaki kanan terlebih dahulu.
Mengapa meminta ampun?
Menurut ulama Syaikh Al-Mubarakfuri, ada dua alasan:

Pertama: Meminta Ampun kepada Allah, karena keadaan yang menuntut tidak boleh berdzikir (karena di WC tidak boleh berdzikir), karena (seharusnya) ia berdizkir kepada Allah di semua kondisi kecuali ketika ada hajat (yang menghalangi berdizkir)

Kedua: Kemampuan manusia terbatas untuk mensyukuri nikmat Allah berupa kemudahan makanan dan minuman serta tertib waktu makan yang sesuai dengan mashlahat badan.

Sedangkan menurut Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimanullah, ada satu alasan:

“Hikmah dari doa ini –wallahu a’lam- Allah telah memberikan kenikmatan berupa mudahnya bagi hamba makan dan minum. Kemudian Allah memberikan kenikmatan mudahnya kotoran keluar. Seorang hamba sering meremehkan bersyukur, maka disyariatkan baginya agar beristigfar meminta ampun ketika hilangnya kotoran setelah mendapat nikmat berupa makanan dan minuman. Allah Subhanu wa ta’ala mencintai hambanya yang mensyukuri nikmatnya.”

Ini memang benar sekali, karena saya pernah merasakan tidak enaknya susah BAB, padahal normalnya tinggal jongkok / duduk, selesai deh….hehehe

Dzikir & Ibadah untuk Pahala Melimpah – 26 Amalan Ringan di Lidah Tapi Besar Manfaatnya 20.43

Dzikir & Ibadah untuk Pahala Melimpah – 26 Amalan Ringan di Lidah Tapi Besar Manfaatnya

20.43

Bacaan-bacaan dzikir dan amalan di bawah sangatlah ringan di lidah, tetapi pahalnya sangat besar!

1. Raih Pahala 1000 Kebaikan dalam Hitungan Menit
Membaca “Subhanallah” (سُبْحَانَ اللّهِ) yang berarti “Maha Suci Allah” sebanyak 100 kali.

Nabi Muhammad S.A.W bersabda:

“Apakah salah seorang diantara kamu tidak mampu mengerjakan seribu kebaikan pada setiap hari?. Salah seorang sahabat yang duduk bersama beliau bertanya : “Bagaimana caranya salah seorang diantara kami dapat mengerjakan seribu kebaikan?”. Beliau menjawab :”Membaca tasbih (Subhanallah) seratus kali dapat mendatangkan seribu kebaikan atau menghapus seribu dosa atau kesalahan”. (H.R. Muslim)


2. Salah Satu Harta Terpendam di Surga

Memperbanyak ucapan “Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah” (لا حول ولا قوّۃ الا باللہ) yang artinya “tidak ada daya dan upaya kecuali milik Allah”.

“Wahai Abdullah bin Qais (nama Abu Musa), ucapkan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah. Sesungguhnya itu adalah salah satu kekayaan yang tersimpan di surga.” Atau beliau mengatakan: “Tidakkah kamu mau aku tunjuki salah satu harta simpanan di surga? Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah S.A.W pernah berwasiat pada Abu Dzar Al Ghifari di mana Abu Dzar berkata,

“Kekasihku (Rasulullah) shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), (5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan (7) beliau menasehatiku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia” (HR. Ahmad 5: 159. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

(Referensi hadits: http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3723-keutamaan-mencintai-orang-miskin.html)


3. Pohon Kurma Ditanam di Surga Bagi Orang yang Mengucapkan Kalimat Ini

Mengucapkan “Subhanallahi Wa Bi Hamdihii” (سُبْحَانَ اللّهِ وَ بِحَمْدِهِ) yang artinya “Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya” sebanyak 100 x

“Barang siapa yang mengucapkan Subhanallaahi wa bi hamdihii, niscaya akan ditanamkan satu pohon kurma baginya di surga.” (H.R. At Tirmidzi)

Dosa manusia, meskipun seperti buih di lautan, akan mendapat ampunan.

Nabi Muhammad S.A.W bersabda, yang artinya :

“Barangsiapa yang mengatakan ‘Subhanallahi wa bihamdihi’ dalam satu hari seratus kali, maka akan dihapuskan dosanya walau-pun seperti buih di lautan”. Muttafaqun ‘alaihi

4. Kita Bisa Mendapatkan Lebih Dari Satu Milyar Kebaikan dalam Beberapa Detik!

Jumlah umat Muslim di dunia adalah milyaran. Untuk mendapat lebih dari satu milyar kebaikan, maka:

“Barang siapa (berdo’a) memintakan ampun untuk orang-orang beriman laki-laki maupun perempuan, maka Allah tuliskan baginya (pahala) kebaikan atas setiap laki-laki dan perempuan beriman (yang dido’akan).” (HR. At-Thabrani)


5. Hal yang Tak Ada Bandingannya di Hari Kebangkitan

Membaca 100 x:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ ، وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syay-in qodiir 
(tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu)

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa mengucapkan ‘laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syay-in qodiir’ [tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu] dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pen), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu.” (HR. Bukhari no. 3293 dan HR. Muslim no. 7018)

Dari artikel ‘Kalimat Syahadat Dalam Sorotan (1) — Muslim.Or.Id’

6. Empat Kalimat yang Lebih Besar Pahalanya daripada Dzikrullah (Mengingat Allah) Sepanjang Pagi:

Di pagi hari membaca 3 x:

 سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Subhanallah Wabihamdih ‘Adada Khalqih, Wa Ridhaa Nafsih, Wazinata ‘Arsyih, Wamidada Kalimatih

Dari Juwairiyah Binti Al-Harits – salah satu istri Nabi Muhammad S.A.W – beliau menceritakan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam keluar dari sisinya pada shalat Shubuh di masjid, sementara Juwairiyah sudah di tempat shalatnya. Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kembali saat waktu sudah Dhuha dan ia masih duduk di tempat shalatnya tersebut, maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Engkau masih di tempat ini sejak aku meninggalkanmu?”

Ia menjawab, “ya.”

Lalu beliau bersabda,

“Sungguh aku membaca empat kalimat tiga kali seandainya ditimbang dengan apa yang kamu baca seharian niscaya menyamainya; yakni Subhanallah Wabihamdih ‘Adada Khalqih, Wa Ridhaa Nafsih, Wazinata ‘Arsyih, Wamidada Kalimatih. (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, sesuai dengan keridhaan jiwa-Nya, seberat timbangan ‘Arasy-Nya, dan sebanyak jumlah kalimat-kalimat-Nya).” (HR. Muslim).
7. Kalimat untuk Mendapat Satu Juta Kebaikan

Membaca:

لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir

Dari Abdullah ibnu Umar, bahwa Nabi Muhammad S.A.W bersabda

“Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (zikir): “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir” [Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu]”, maka allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan meninggikannya satu juta derajat – dalam riwayat lain: dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga –

” (HR at-Tirmidzi (no. 3428 dan 3429), Ibnu Majah (no. 2235), ad-Daarimi (no. 2692) dan al-Hakim (no. 1974) dari dua jalur yang saling menguatkan. Dinyatakan hasan oleh imam al-Mundziri (dinukil oleh al-mubarakfuri dalam kitab “’Aunul Ma’bud” 9/273) dan syaikh al-Albani dalam kitab “Shahihul jaami’” (no. 6231).

Dzikir ketika memasuki pasar seperti ini bermanfaat agar kita tidak dilalaikan oleh urusan perniagaan / jual beli / bisnis.

8. Membaca Tasbih, (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah) dan Takbir (Allahu Akbar), dan Menjalankan Perintah Serta Menjauhi Larangan-Nya, Beserta Sholat Dhuha

Dari Abu Dzar, ia berkata bahwa Nabi Muhammad S.A.W. bersabda:

“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).


9. Manfaat “Dzikir Fatimah”

Ali bin Abi Thalib menceritakan bahwa Fatimah (puteri Nabi Muhammad S.A.W) pernah mengeluh kepadanya. Ia merasa berat akan pekerjaannya  menggiling gandum dengan batu.

Suatu ketika, Fatimah mendengar bahwa Nabi Muhammad S.A.W mendapat seorang budak. Fatimah kemudian mendatangi rumah ayahnya untuk meminta budak tadi agar bisa membantu pekerjaannya. Tetapi, Rasulullah sedang tidak ada di rumah. Fatimah kemudian mendatangi ummul mukminin Aisyah dan menyampaikan keinginannya.

Malam harinya Rasulullah datang menemui Fatimah, saat ia dan suaminya, Ali bin Abi Thalib hendak tidur. Beliau kemudian bersabda:

“Maukah engkau aku tunjuki sesuatu yang lebih baik bagimu daripada pembantu rumah tangga tersebut? (Yaitu) engkau bertasbih (mengucapkan Subhanallah) sebelum tidur 33 kali, bertahmid (mengucapkan Alhamdulillah) 33 kali, dan bertakbir (mengucapkan Allahu Akbar) 34 kali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu)

Dari artikel Adab Ketika Akan Tidur – Media Salaf

10. Bagaimana Mendapat 1500 Kebaikan Dalam 5 Menit!

Nabi Muhammad S.A.W bersabda,

“Ada dua hal, barangsiapa yang selalu menjaganya maka ia akan memasukka­nnya ke dalam surga, ia mudah untuk dikerjakan tapi hanya sedikit orang yang mau melakukannya.”

Para sahabat bertanya: “Apa dua hal itu wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab:

“Hendaklah kamu mengucap Alhamdulillah, Allahu Akbar dan Subhanallah masing-masing sebanyak sepuluh kali setiap habis shalat, dan jika kamu ingin berbaring (tidur) hendaklah kamu mengucap Subhanallah, Allahu Akbar, dan Alhamdulillah sebanyak seratus kali hingga jumlahnya menjadi lima puluh dan dua ratus dalam ucapan lisan tapi dalam timbangan berlipat menjadi dua ribu dan lima ratus. Maka adakah diantara kamu yang melakukan dua ribu dan lima ratus kejahatan dalam sehari semalam?”

Referensi hadits dari http://id.lidwa.com/app/?k=ahmad&n=6210

11. Mengagungkan Nama Allah 100 Kali Sebelum Tidur

Sesuai hadits sebelumnya,

“Hendaklah kamu mengucap Alhamdulillah, Allahu Akbar dan Subhanallah masing-masing sebanyak sepuluh kali setiap habis shalat, dan jika kamu ingin berbaring (tidur) hendaklah kamu mengucap Subhanallah, Allahu Akbar, dan Alhamdulillah sebanyak seratus kali hingga jumlahnya menjadi lima puluh dan dua ratus dalam ucapan lisan tapi dalam timbangan berlipat menjadi dua ribu dan lima ratus. Maka adakah diantara kamu yang melakukan dua ribu dan lima ratus kejahatan dalam sehari semalam?”

Kelanjutan dari hadits di atas adalah:

Para sahabat bertanya,

“Lalu kenapa orang yang mau mengerjakannya hanya sedikit?”

Beliau bersabda:

“Syetan datang dan masuk ke dalam shalat salah seorang diantara kamu lalu ia mengingatkannya dengan perkara ini dan ini sehingga iapun akhirnya lupa mengucapkannya dan ia juga datang kepadanya pada waktu tidurnya lalu ia menidurkannya hingga ia lupa tidak mengucapkannya.”

12. Bagaimana Mendapat 1000 Kebaikan dan Menghapus 1000 Dosa

“Hendaklah dia membaca 100 tasbih, maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus” (HR Muslim)


13. Surga Menjadi Wajib dengan Bacaan Ini


 رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا

Radhiitu billaahi rabban wa bil-islaami diinan wa bimuhammadin rasuulan
(Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku & Muhammad sebagai rasul)

“Barangsiapa yg mengatakan; Radhiitu billaahi rabban wa bil-islaami diinan wa bimuhammadin rasuulan (Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku & Muhammad sebagai rasul), maka wajib baginya untuk masuk Surga.” (HR. Abu Daud No.1306)

14. Manfaat Mengucapkan Kalimat Thayyibah

Salah satu kalimat thayyibah / thoyyibah (kalimat yang baik) adalah:

لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
Laa ilaaha illallah
(Tiada Rabb yang berhak disembah melainkan Allah)

Kalimat ini sebaiknya dibaca sebanyak mungkin setiap saat, di manapun kita berada dan apapun yang kita lakukan, selama kita tidak membacanya ketika di dalam toilet.

Hakim meriwayatkan dari Zaid bin Arqam, bahwa Nabi Muhammad S.A.W. bersabda:

“Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallah dengan ikhlas, maka dia masuk surga”.
Nabi ditanya:
“Wahai Rasul, apa yang dimaksud mengikhlaskannya?”
Nabi menjawab :
“Laa ilaaha illallah menghalanginya dari segala yang diharamkan.”

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.” (Q.S. Ibrahim: 24-26)

15. Manfaat Kalimat Tamjid

Kalimat tamjid (memuliakan dan mengagungkan Allah):

سُبْحَان اللهِ وَالْحَمْدُلِلّهِ وَلا إِلهَ إِلّااللّهُ وَاللّهُ أكْبَرُ
Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha illallah, Wallahu Akbar

(Maha Suci Allah, segenap puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah adalah Maha Besar)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah s.a.w bertemu dengannya. Ia sedang menanam tanaman, lalu Rasulullah bertanya,
“Wahai Abu Hurairah, apa yang sedang engkau tanam?”
Ia menjawab, “Sebuah tanaman, wahai Rasulullah.”
Rasulullah bersabda, “Maukah aku tunjukkan tanaman yang lebih baik dari ini? Tanaman itu adalah Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha illallah, Wallahu Akbar. Setiap satu kali bacaan, akan ditanam untukmu sebuah pohon di surga.” (H.R. Tirmidzi)

16. Pahala Untuk Tiap Huruf dalam Al-Qur’an

“Barang siapa membaca satu huruf dari Alquran, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan, kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf. Tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf.” (HR Tirmizi dan Ibnu Mas’ud).


17. Surat Al-Fatihah Seba Obat untuk Tiap Penyakit

Ada rombongan beberapa orang dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang bepergian dalam suatu perjalanan hingga ketika mereka sampai di salah satu perkampungan Arab, penduduk setempat mereka meminta agar bersedia menerima mereka sebagai tamu peenduduk tersebut, namun penduduk menolak.

Kemudian kepala suku kampung tersebut terkena sengatan binatang lalu diusahakan segala sesuatu untuk menyembuhkannya namun belum berhasil. Lalu diantara mereka ada yang berkata:
“Coba kalian temui rombongan itu semoga ada diantara mereka yang memiliki sesuatu.”
 Lalu mereka mendatangi rombongan dan berkata:
“Wahai rombongan, sesunguhnya kepala suku kami telah digigit binatang dan kami telah mengusahakan pengobatannya namun belum berhasil, apakah ada diantara kalian yang dapat menyembuhkannya?”
Maka berkata, seorang dari rombongan:
“Ya, demi Allah aku akan mengobati namun demi Allah kemarin kami meminta untuk menjadi tamu kalian namun kalian tidak berkenan maka aku tidak akan menjadi orang yang mengobati kecuali bila kalian memberi upah.”
Akhirnya mereka sepakat dengan imbalan puluhan ekor kambing. Maka dia berangkat dan membaca Alhamdulillah rabbil ‘alamiin (QS Al Fatihah) seakan penyakit lepas dari ikatan tali padahal dia pergi tidak membawa obat apapun. Dia berkata:
“Maka mereka membayar upah yang telah mereka sepakati kepadanya.”
 Seorang dari mereka berkata:
“Bagilah kambing-kambing itu!”
Maka orang yang mengobati berkata:
“Jangan kalian bagikan hingga kita temui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu kita ceritakan kejadian tersebut kepada Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan kita tunggu apa yang akan Beliau perintahkan kepada kita”.
Akhirnya rombongan menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu mereka menceritakan peristiwa tersebut. Beliau berkata:

“Kamu tahu dari mana kalau Al Fatihah itu bisa sebagai ruqyah (obat)?”

Kemudian Beliau melanjutkan:

“Kalian telah melakukan perbuatan yang benar, maka bagilah upah kambing-kambing tersebut dan masukkanlah aku dalam sebagai orang yang menerima upah tersebut”.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa. Abu ‘Abdullah Al Bukhariy berkata, dan berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami Abu Bisyir aku mendengar Abu Al Mutawakkil seperti hadits ini.

Referensi hadits: http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=bukhari&nohdt=2115&page=85

18. Surat Al-Mulk Melindungi Diri dari Siksa Kubur

Membaca surat Al-Mulk (Tabarak al-ladzi biyadihi al-mulku) dapat melindungi dari siksa kubur.

“Beberapa orang sahabat memasangkan tenda di atas kuburan yang mereka tidak sadar bahwa itu adalah kuburan. Tiba-tiba ada seorang yang membaca surat Tabarak al-ladzi biyadihi al-mulku hingga selesai. Kemudian sahabat ini menemui Nabi dan berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh saya sudah memasang tenda di atas kuburan, saya tidak mengira bahwa itu adalah kuburan, tiba-tiba ada seorang yang membaca surat Tabarak hingga selesai. “Rasulullah bersabda: “Dia (surat Tabarak) adalah penghalang. Dia adalah penyelamat, yang menyelamatkan dari adzab kubur.” (HR. Tirmidzi)

“Barangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan surat tersebut “al Mani’ah” (penghalang dari siksa kubur). Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullah. Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.” (HR. An Nasai dalam Al Kabir 6/179 dan Al Hakim. Hakim mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih)


Referensi hadits: http://rumaysho.com/belajar-islam/tafsir-al-quran/3102-keutamaan-surat-al-mulk-mencegah-dari-siksa-kubur.html

19. Surat Az-Zalzalah Sebanding dengan Separuh Al-Qur’an

“Surah Az-Zalzalah sebanding dengan setengah dari Al-Qur’an.” (HR.Tirmidzi)

20. Surat Al-Iklhas Bernilai Sepertiga Al-Qur’an

Dari Abu Darda, Rasulullah S.A.W bersabda,

”Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al Qur’an dalam semalam?” Mereka mengatakan,
”Bagaimana kami bisa membaca seperti Al Qur’an?”
Lalu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
”Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al Qur’an.” (HR. Muslim)

21. Bagaimana Mendapat Ampunan dari 50 Tahun Dosa

Dengan membaca surat Al-Ikhlas 50 kali setiap hari, dapat menghapus 50 tahun dosa.

“Barangsiapa yang membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al-Ikhlas) sebanyak lima puluh kali, niscaya Allah akan mengampuni dosanya selama lima puluh tahun.”

22. Surat Al-Falaq dan An-Naas Dapat Melindungi Dari Syaitan

Membaca surat Al-Falaq dan An-Naas (Al-Muawwidzatain) dapat memberi perlindungan dari jin dan syaitan.

“Rasulullah saw berlindung dari jin dan mata manusia hingga diturunkan al muawwidzatain. Dan tatkala turun kedua surat itu maka beliau saw menggunakan keduanya dan meninggalkan selain keduanya.”


Referensi hadits dari EraMuslim

23. Jangan Sampai Menyesal Karena Tak Mengingat Allah

Mu’az r.a. berkata bahwa Rasulullah s.a.w bersabda:

“Para penghuni surga tidak akan menyesal kecuali satu hal, waktu yang telah dilewati mereka tanpa mengingat Allah” (HR Bayhaqi)


24. Melakukan Dzikir Meskipun Sedang Berbaring di Kasur yang Empuk

Dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a., bahwa Rasullulah s.a.w. bersabda,

“Sungguh, akan banyak sekali kaum yang berdzikir kepada Allah di dunia ini yang berada di atas kasur-kasur empuk, Allah akan memasukkan mereka kepada derajat yang tinggi (di surga).”

Mereka yang mendapatkan kemewahan tidak boleh menjauhkan diri dari dzikrullah. Mereka harus terus mengingat Allah ketika menikmati karunia yang telah diberikan Allah, sehingga Allah akan meninggikan derajat mereka di akhirat.

25. Melakukan Dzikir Sehingga Orang Berpikir Anda Gila

Dari Abu Sa’d Al-Khudri r.a berkata, sesungguhnya Nabi Muhammad saw. bersabda,

 “Hendaklah kalian berdzikir kepada Allah sebanyak-banyaknya sehingga orang-orang mengatakan gila.”

26. Mengingat Allah di Tempat-Tempat di Mana Orang Biasanya Tidak Mengingat Allah

bahasa inggris

process recipe how to make the most delicious rice betawi uduk

-Boil the rice,coconut milk,salt,bay leaves,lemon grass and pandan leaves.stir occasionally until the milk is absorbed.lift.

-move the rice Was boiled in a the stemer.steam the rice for 30 minutes or until cooked.

-lift coffe,discard bay leaves,lemon grass and pandan leaves

-offe serve while warm with a cpmplement.

Featuring WPMU Bloglist Widget by YD WordPress Developer