kegiatan kegiatan keagamaan

si Utang-utangmu
dengan Shadaqah! : jika
anda memikul segunung
utang, solusinya ada di
buku ini !!!
Sinematografi – Videografi : suatu
pengantar
Dinamika perkembangan
anak dan remaja :tinjauan
psikologi, pendidikan, dan
bimbingan Dasar-dasar hukum udara
dan ruang angkasa
Metode pengalihan kredit
sindikasi
Menghafal al-Qur’an tanpa
guru = Thariqah ibda’iyah li hifzhil qur’anil karim
Pendidikan Islam
multikultural di Pesantren
Kitab suci belajar editing
video
Gelombang dan optika Dunia Sophie : sebuah
novel filsafat
Sejarah berdarah sekte
Salafi Wahabi : mereka
membunuh semuanya,
termasuk para ulama Tugas Akhir » Detail Tugas Akhir Bentuk Kegiatan Pendidikan Agama Islam Masyarakat Petani di Desa
Kumendung Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang Penulis : ENI SULISNI Tahun : 2009 Fakultas : Tarbiyah Jurusan : Pendidikan Agama Islam Pembimbing : 1) Abdul Aziz, M. Pd. Kata Kunci : Pendidikan Agama Islam, Masyarakat
Petani Pendidikan agama dalam masyarakat merupakan pendidiakn utama dalam
proses perkembangan manusia menuju kedewasaan dan manusia yang muttaqin.
Dalam masyarakat pendidikan agama dikembangkan dengan berbagai macam
model kegiatan keagamaan, seperti jam’iyah yasinan dan tahlilan, dibaan,
tahtimul Qur’an, majlis ta’lim, pengajian- pengajian keagamaan, madrasah
diniyah, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan lain sebagainnya. bentuk
tersebut diterapkan dengan tujuan mempermudah dalam penyampaian materi yang
disesuaikan dengan sasarannya guna mencapai tujuan yang diinginkan.
Pendidikan agama dalam masyarakat bertujuan menciptakan ketentraman,
ketenangan, menambah pengalaman beragama serta menuju pertumbuhan dan
perkembangan fitrah, yaitu sebagai Abdullah dan khalifatullah. Dengan
mengemban tugas tersebut, maka akan tercipta masyarakat yang sempurna sesuai
dengan ajaran agama dan tidak ada penyimpangan dalam kegiatan-kegiatan
keagamaan.
Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kegiatan yang
diterapkan dalam pelaksanan pendidikan agama Islam di lingkungan masyarakat
petani dengan mengambil obyek penelitian di Desa Kumendung Kecamatan
Rembang Kabupaten Rembang. Penelitian ini mempunyai beberapa rumusan
masalah dintaranya: 1) Bagaimana kondisi keberagamaan di lingkungan
masyarakat petani di Desa Kumendung Kecamatan Rembang Kabupaten
Rembang. 2) Bagaimana bentuk kegiatan pendidikan agama Islam di lingkungan
masyarakat petani di Desa Kumendung Kecamatan Rembang Kabupaten
Rembang. 3) Apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat
pelaksanaan bentuk kegiatan pendidikan agama Islam di lingkungan masyarakat
petani di Desa Kumendung Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Kondisi
keberagamaan di lingkungan masyarakat petani di Desa Kumendung Kecamatan
Rembang Kabupaten Rembang. 2) Bentuk kegiatan pendidikan agama Islam di
lingkungan masyarakat petani di Desa Kumendung Kecamatan Rembang
Kabupaten Rembang. 3) Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan bentuk
kegiatan pendidikan agama Islam di lingkungan masyarkat petani di Desa
Kumendung Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena
fokus penelitian ini diarahkan untuk mengetahui kondisi keberagamaan di
lingkungan masyarakat petani di Desa Kumendung Kecamatan Rembang
Kabupaten Rembang, bentuk kegiatan pendidikan agama Islam yang diterapkan
Serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan bentuk kegiatan l
pendidikan agama Islam tersebut. Adapun prosedur pengumpulan data yaitu
dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan interview. Untuk
menganalisis data peneliti menggunakan analisis data yaitu dimulai dengan
reduksi data, penyajian data, dan yang terakhir Verifikasi, pengecekan keabsahan
data dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan dan triangulasi.
Dari hasil analisis data di lapangan dapat diperoleh temuan bahwa kondisi
keberagamaan masyarakat petani di desa Kumendung cukup bagus. Pada
umumnya mereka memandang penting terhadap pendidikan agama yang
dibuktikan dengan kegiatan keagamaan oleh masyarakat. Adapun bentuk kegiatan
pendidikan agama Islam yang diterapkan berdasarkan sasaran, tujuan, materi dan
metode adalah: Jam’iyah yasinana dan tahlilan, dibaan, tahtimul Qur’an, majlis
ta’lim, pengajian-pengajian keagamaan, madrasah diniyah, Taman Pendidikan Al-
Qur’an (TPQ) dan lain sebagainnya. Faktor pendukung dalam pelaksanaan bentuk
kegiatan pendidikan agama Islam di lingkungan masyarakat petani adalah adanya
tujuan yang hendak dicapai, perbedaan umur dan tingkat kecerdasan serta
ragamnya materi yang disajikan. Sedangkan faktor yang menghambat pelaksanaan
bentuk kegiatan pendidikan agama Islam tersebut adalah Kesibukan masyarakat
sebagai seorang petani yang seharian bekerja di sawah.

Sumber :http://lib.uin-malang.ac.id/?mod=th_detail&id=05110008

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *